Search archives for:


SMRA - Expect new cluster to catch up FY16E presales

Summarecon Agung (SMRA) – BUY (Maintain)

Price: Rp1,730 – Target Price: Rp1,750

Pada periode 1H16, SMRA membukukan nilai pra penjualan sebesar Rp1.7triliun atau sekitar 37% dari FY16E (Rp4.5tn). Hingga akhir tahun ini, relaksasi LTV dan pencabutan larangan pemberian KPR kedua rumah inden masih akan menjadi dua katalis utama pendorong optimisme pelaku pasar. Sementara itu, kontinuitas peluncuran klaster baru segmen menengah dan menengah atas kami harapkan akan membantu SMRA mencapai target pre salesFY16E. Kinerja 1H16 yang akan dirilis kami jadikan sebagai ukuran perubahan TP. Tetap BUY untuk SMRA target NAV Rp1.750/saham (26.9x PE 16E, 3.2x PBV 16E).

Automotive Sector - ASII: Neutral (Maintain)

Getting better, as expected

Sektor automotive kembali mencatat volume penjualan yang membaik pada June16. 4W dilaporkan bertumbuh, sedangkan 2W masih mencatat pertumbuhan yang negatif, namun lebih baik dari tahun sebelumnya. Kinerja penjualan kumulatif juga menunjukan trend yang membaik. Dari sisi persaingan, produk Astra kami perkirakan akan kembali menguasai pasar, didukung oleh beberapa varian baru andalan Toyota dan Daihatsu. Kami juga optimis, proyeksi penjualan 2W dan 4W SSI tahun ini (FY16E) akan tercapai, dibandingkan FY15A yang hanya mencapai 90.15% dari FY15F.

BBCA - Inline 1H16 result

Bank Central Asia (BBCA) – Hold

Price: Rp14,450 – Target Price: Rp14,900

Laba bersih 1H16 BBCA tercatat inline dengan estimasi kami maupun konsensus. Penurunan suku bunga deposito berjangka dan pertumbuhan CASA yang kuat mendorong penguatan NIM secara yoy. Namun, NPL gross yang meningkat sejalan dengan tekanan pada kualitas aset di industri masih menjadi perhatian utama kami. Kami merekomendasikan Hold dengan target price dinaikkan dari 13.900 menjadi Rp 14.900 (3,5x PBV 2016F / 3,0x PBV 2017F).

ASII - Can’t wait to see 1H16 result

Astra International (ASII) – HOLD (Maintain)

Price: Rp7,250 – Target Price: Rp6,800

Terlepas dari kontribusi yang tidak begitu besar terhadap pendapatan konsolidasian, ASII menyiapkan dana sebesar Rp4.5triliun untuk mendukung kontinuitas ekspansi di sektor infrastruktur. Sementara itu, kinerja segmen utama (automotive) mulai menunjukan pelemahan yang membaik. Kinerja 1H16 yang akan rilis sebentar lagi akan kami jadikan sebagai batas waktu justifikasi sudut padang kami terhadap saham ASII hingga akhir tahun ini. Sambil menanti terbitnya laporan keuangan 1H16, rekomendasi kami untuk ASII tetap HOLD dengan target SOTP sebesar Rp6.800/saham (15.84x P/E16E dan 2.53x PBV16E).

Aviation Sector - GIAA: Neutral (Maintain)

Continuing positive indicators

Per Mei16, sektor aviation masih menunjukan pertumbuhan jumlah penumpang angkutan udara (+18.04%YoY domestik dan +6.15%YoY pasar internasional). Di bulan yang sama, GIAA juga kembali mencatat kinerja passenger carried yang positif. Sama halnya dengan segmen LCCs yang membukukan angka pertumbuhan penumpang lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Sementara itu, rencana mendorong kontribusi bisnis kargo yang mulai terlihat hasilnya sejak beberapa bulan lalu juga masih dilaporkan bertumbuh hingga periode Mei16 lalu. Tetap Neutral untuk sektor aviation dan Buy untuk GIAA dengan target Rp490/saham (10.92x P/E16E dan 0.73x PBV16E).