Search archives for:


Daily Research Report

Konflik Rusia dan Ukraina mereda

Bursa AS menguat sekitar 1% kemarin setelah hasil pertemuan antara menteri luar Rusia, Ukraina, Jerman, dan Perancis mengindikasikan adanya kemajuan dalam pembicaraan politik termasuk gencatan senjata terkait konflik Rusia dan Ukraina. EIDO turut merespon positif hal ini dengan ditutup menguat 1.21%. Rata-rata harga metal menguat 0.4%, namun Timah melemah 0.2% bahkan Nikel melemah 0.94%. Pelemahan Nikel akibat kekhawatiran melambatnya permintaan setelah new-house prices dan foreign direct investment China melemah.

Market. Spekulasi akan meredanya konflik Rusia dan Ukraina turut mendorong bursa Asia menguat sekitar 0.6% pagi ini. Rupiah pagi ini kembali bergerak flat. Jakarta Post dalam headline hari ini mengangkat judul “Jokowi team eyes ‘mafia’ crack down”. Dalam pemberitaan tersebut Tim Transisi Jokowi menyatakan salah satu fokus kedepan adalah memberantas mafia dimana selama ini dianggap mengganggu kepentingan masyarakat. Kami melihat ini salah satu sentimen positif dari sekian banyak harapan terhadap Jokowi sehingga dapat menurunkan equity risk premium. Namun masih dibutuhkan konfirmasi yaitu eksekusi Jokowi terhadap harapan-harapan yang dia diberikan. IHSG hari ini kami perkirakan menguat didorong penguatan big caps terutama bank.

 

ITMG - 2Q14 margins come under pressure

Indo Tambangraya Megah (ITMG) – HOLD (Maintain)

Price: Rp28,750 – Target Price: Rp26,800

2Q14 margins come under pressure

  • 2Q14 ASP decline pressures margins.
  • Effective cost control.
  • Reduced coal price forecast.
  • Maintain HOLD.

 

SMGR - Positive outlook sustained

Semen Indonesia (SMGR) – BUY (Upgrade)

Price: Rp16,575 – Target Price: Rp19,500

Positive outlook sustained

  • 1H14 results met our expectation.
  • Same monthly trend figures.
  • Valuation considered attractive.
  • Upgrade to BUY.


DOID - Running well

Delta Dunia Makmur (DOID) – BUY (Maintain)

Price: Rp182 – Target Price: Rp325

Running well

  • In-line 1H14 results.
  • Better debt profile.
  • Higher expectation onward.
  • Maintain BUY.


Daily Economic Report

Global News

  • Bank of England mempertahankan suku bunga acuannya di 0.5%. (Bloomberg)
  • ECB mempertahankan Refinancing Rate di 0.15%. (Bloomberg)
  • Initial Jobless Claims AS turun ke 289k dari 303k. (Bloomberg)
  • Presiden Barack Obama sedang mempertimbangkan serangan militer terhadap ekstrimis Sunni di Irak. Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest tidak mau mengkonfirmasi bahwa serangan udara AS berada di atas meja, tetapi mengatakan personel AS sedang mempelajari kondisi-kondisi di lapangan bekerja sama dengan pasukan keamanan Irak. (Antara)

Domestic News

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengingatkan PT Pertamina agar tidak langsung menaikkan harga elpiji 12 kilogram. (Bisnis Indonesia)
  • Bank Indonesia menyebutkan tren kenaikan suku bunga kredit akan berlanjut pada 3Q14. (Bisnis Indonesia)
  • Menteri Keuangan M. Chatib Basri menilai porsi kepemilikan asing pada SUN yang mencapai 36.52% menunjukkan bahwa asing masih memandang Indonesia sebagai pasar yang potensial dan kondusif. (Bisnis Indonesia)
  • Muliawam, Direktur Operasional SKK Migas, mengatakan bahwa dari target oil lifting yang 818,000 barrels per hari hanya 98% yang akan tercapai di tahun ini. (Jakarta Globe)

Analysis

ECB tahan suku bunga, dollar index melanjutkan penguatan. Sadar akan risiko deflasi serta geopolitik di Ukraina, ECB belum mengeluarkan kebijakan yang agresif. Tetapi Draghi senang dengan tren pelemahan euro belakangan tetapi terlihat pesimistis terhadap prospek perekonomian ke depan. Situasi itu, ditambah dengan initial jobless claims AS yang turun drastis, mempertahankan tren penguatan dollar index hingga dini hari tadi. Hari ini ditunggu data neraca perdagangan China yang diperkirakan memburuk.

Rupiah terus melemah, yield SUN di atas 8.2%. Rupiah melemah bersama mata uang lain di Asia hingga sore kemarin. Dollar index yang terus naik masih akan mempertahankan sentimen pelemahan rupiah ke depan. Hari ini data neraca perdagangan China yang memburuk bisa menambah tekanan pelemahan.