Search archives for:


BBRI - Lending rate to decline

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) – HOLD (Downgrade)

Price: Rp10,350 – Target Price: Rp11,500

BBRI membukukan kinerja 1Q16 yang sesuai ekspektasi ditopang oleh peningkatan kredit yang relatif kuat dan penurunan cost of fund akibat perbaikan CASA ratio, sementara kualitas aset sedikit memburuk. Sesuai arahan OJK, kami melihat adanya tren penurunan NIM dan suku bunga kredit ke depannya. Dalam jangka panjang hal ini diperkirakan akan diimbangi dengan kenaikan volume kredit, tetapi dalam jangka pendek hingga menengah bisa menekan profitabilitas. Kami menurunkan target price menjadi Rp 11.500  (2,2x PBV 2016F). Hold.

 

JPFA - Still Expecting Further Swing

Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) – BUY (Maintain)

Price: Rp925 – Target Price: Rp1,150

Pada 1Q16, JPFA membukukan laba bersih sebesar Rp272 miliar, di atas ekspektasi kami, dan jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih Rp222 miliar. Kenaikan tersebut turut ditunjang naiknya top line dan laba kurs, mengikuti tren penguatan nilai tukar Rupiah. Seluruh segmen bisnis JPFA mengalami pertumbuhan, didorong oleh lebih kondusifnya sektor poultry di Indonesia, seiring dengan lebih baiknya harga DOC dan Broilers, jika dibandingkan dengan 1Q15. Kami tetap optimis terhadap sektor poultry dan JPFA pada khususnya, terlebih dengan valuasi yang relatif masih murah, kami menaikkan TP menjadi Rp 1,150/lembar saham. Dengan potensi sebesar 24.3% dari harga sekarang ini, kami masih mempertahankan rekomendasi BELI untuk saham JPFA.


AKRA - Still Cautious

AKR Corporindo (AKRA) – HOLD (Maintain)

Price: Rp6,500 – Target Price: Rp7,000

AKRA telah merilis kinerja 1Q16 dan kami telah menghadiri Analyst Meeting yang digelar pada tanggal 28 April 2016 kemarin. Rendahnya harga minyak dunia menyebabkan pendapatan mengalami penurunan sebesar 26%YoY, sehingga turunnya beban keuangan perusahaan tidak mampu menutupi turunnya level top line. Akibatnya, laba bersih pada 1Q16 hanya mencapai Rp255 miliar (1Q15: Rp295 miliar), dan berada di bawah estimasi kami. Kami belum yakin sepenuhnya terhadap kinerja perusahaan dari segi pertumbuhan volume penjualan untuk tahun ini, terutama mengenai kemampuan segmen distribusi BBM ritel untuk menggantikan segmen BBM untuk industri yang mengalami penurunan volume penjualan, setelah beberapa pemain dari sektor pertambangan batu bara seperti Asmin Koalindo Tuhup (AKT) mengalami proses pemberhentian produksi. Dengan kurangnya katalis positif serta potensi upside yang terbatas (hanya 8% dari harga sekarang), kami merekomendasikan HOLD untuk saham AKRA.


GIAA - Disappointing 1Q16

Garuda Indonesia (GIAA) – BUY (Maintain)

Price: Rp443 – Target Price: Rp490

Ditengah masa low season dan kenaikan tingkat persaingan utamanya di pasar LCCs, GIAA membukukan kinerja 1Q16 yang lebih rendah dari ekspektasi. Laba hanya tercatat sebesar 4.69% dari proyeksi SSI, sedangkan penurunan top line telah menyebabkan pencapaian proyeksi GIAA 1Q16 SSI hanya mencapai 91.53%. Dari sisi kinerja indikator, passenger carried group tercatat turun 3.02%YoY, meskipun membaik MoM (+8.8%) dan YTD16 -0.36%, seiring dengan pembukaan rute baru dan re-route yang dilakukan masih belum terhitung matured. Ekspektasi kami atas berakhirnya masa low season dan potensi peningkatan permintaan signifikan yang akan didorong oleh musim puasa, lebaran dan liburan sekolah berpotensi mendorong perseroan untuk membukukan kinerja di kuartal berjalan yang lebih baik dibandingkan dengan 1Q16. Pasca terlampauinya target harga SSI Rp490 (15.31%) dari harga tertingginya (Rp565 pada closing 04/13/16), kami masih belum menaikan target harga GIAA, seiring dengan kinerja 1Q16 dan proyeksi FY16E yang masih belum mampu melampaui nilai wajar SSI (Rp490). Kami masih memberikan sudut pandang neutral untuk industri aviation dan konsisten dengan rekomendasi Buy dengan TP Rp490/saham merepresentasikan 10.92x P/E16, 0.73x PBV 16E.


HMSP - Remain attractive

Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP) – HOLD (Maintain)

Price: Rp97,500 – Target Price: Rp109,750

HMSP membukukan kinerja 1Q16 yang sejalan dengan ekspektasi kami. Laba dilaporan 3.3% diatas proyeksi SSI dan bertumbuh +7.6%YoY dan +12.7%QoQ, ditengah penurunan volume penjualan industri (-5.9%YoY). Dari sisi pangsa pasar, kekuatan ekuitas merek perusahaan masih terjaga hingga 1Q16. Penjualan segmen juga sejalan dengan harapan kami, dimana SKM masih mendominasi dengan porsi sekitar 62.3% dari total penjualan. Dua produk baru yang diluncurkan tahun lalu (U Bold 12s dan Avolution 20s) juga mencatat kinerja pangsa pasar yang signifikan. Tahun ini kami memperkirakan volume penjualan industri akan cenderung flat. Terjaganya pertumbuhan positif masih akan didorong oleh kenaikan ASP. Di sisi lain, akselerasi kenaikan saham masih dapat terjadi seiring dengan rencana stock split (1:25) yang kami perkirakan akan memberikan dampak positif seiring dengan harga saham HMSP yang semakin terjangkau dan berpotensi menarik perhatian investor retail. Kami masih memberikan sudut pandang neutral pada pertumbuhan sektor rokok dan konsisten dengan rekomendasi HOLD untuk HMSP dengan target harga Rp109.750/saham, merefleksikan 43.1x P/E16E dan 14.3x PBV 16E.