Search archives for:


BBNI - Performance expected to improve

Bank Negara Indonesia (BBNI) – Buy

Price: Rp5,500 – Target Price: Rp6,300

Kami percaya kinerja pendapatan bunga bersih BBNI akan relatif baik di tahun ini. Sementara itu tekanan pada NPL kami lihat akan mereda hingga akhir tahun ini dan biaya provisi yang telah dicatatkan sudah cukup memadai, sehingga laba bersih berpotensi untuk mengejar target FY16F kami. Setelah penyesuaian forecast dan rollover valuasi, kami menaikkan target price menjadi Rp 6.300 (1,4x 2016F PBV / 1,2x 2017F PBV). Resiko yang perlu diwaspadai adalah kualitas kredit kepada VIVA apabila jadi dikucurkan, namun apabila terjadi default di tahun depan, target price kami masih di atas Rp 6.000.

GIAA - Performance improvements delayed

Garuda Indonesia (GIAA) – Hold (Downgrade)

Price: Rp430 – Target Price: Rp490

Tahun ini kami memperkirakan GIAA akan mengalami kesulitan mencapai proyeksi SSI dan konsensus. Selain itu, penguatan signifikan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga minyak dunia termasuk naiknya tingkat persaingan serta penetrasi pasar penerbangan LCCs dapat memberikan dampak negative pada kinerja perseroan. Potensi penurunan target harga menjadi Rp430/saham akan kami lakukan dengan menggunakan kinerja 9M16. Hold untuk GIAA target harga Rp490/saham, merefleksikan 9.42x P/E16, 0.68x PBV 16E.

PGAS - Hidden bright spot

Perusahaan Gas Negara (PGAS) – Buy (Maintain)

Price: Rp 2.690 – Target Price: Rp 3.375

Hasil kajian DEN dan Kemenperin yang mengamankan marjin laba kotor PGAS, terjaganya alokasi capex bila harga gas konsumen diturunkan, serta ekspansi kapasitas produksi yang ditargetkan menjadi sebesar 1.902/mmscfd hingga tahun 2019, membuat kami mempertahankan rekomendasi Buy dengan target price Rp 3.375 (14,5x PE 2016 / 12,0x PE 2017).

ANTM - Waiting for Regulation

Aneka Tambang (ANTM) – Buy (Upgrade)

Price: Rp 665 – Target Price: Rp 840

Kami mulai sedikit optimis melihat kinerja yang membaik untuk ANTM, seiring kebijkan pemerintah akan membuka kembali relaksasi ekspor bijih nikel (masih dikaji) mulai Jan’17. Kami melihat ANTM akan mulai mengalami perbaikan kinerja di tahun 2017, hal ini ditopang dengan penguatan harga komoditas nikel dan kenaikan kapasitas produksi dari smelter Pomala. Berdasarkan rollover valuasi ke tahun 2017, kami merubah rekomendasi dari Hold menjadi Buy dengan target harga di Rp 840.

Property Sector - Neutral (Maintain)

Awaits the loss of uncertainties

Ekspektasi membaiknya aktivitas sektor di 2H16 akan didorong oleh (1) dampak relaksasi LTV (2) penurunan trend suku bunga pinjaman kpr dan (3) dana tebusan TA yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan. Kami menggunakan kinerja emiten dan data industri 9M16 sebagai batas waktu perubahan rekomendasi. Tetap Neutral untuk sektor property.