Weekly Economic Report

  • Ditengah kegamangan sentimen pasar global terkait keputusan atas pagu utang pemerintah AS pada 2 Agustus mendatang, aliran modal asing masih deras mengalir ke pasar Indonesia. Posisi kepemilikan asing pada minggu ke-2 Juli lalu bertambah sekitar US$355 juta untuk SUN dan saham. Masuknya modal asing ini membuat nilai tukar rupiah dalam tren penguatan, dan berpotensi menembus dibawah Rp.8.500 per USD pada minggu ini.
  • Inflasi bulan Juli diperkirakan naik cukup signifikan, terutama karena kenaikan harga-harga bahan pokok menjelang lebaran. Selain kelompok bahan makanan, kelompok lain yang diperkirakan naik cukup signifikan adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga karena adanya tahun ajaran baru pertengahan Juli lalu. Kami perkirakan tekanan inflasi bulan Juli ada dikisaran 0,77% mom s.d 1,07% mom atau 4,71% s.d 5,02% yoy.
  • Ruang gerak inflasi masih cukup lebar untuk mencapai target pemeirntah di 5,65% sebagaimana revisi asumsi inflasi pada APBN-P 2011. Risiko inflasi cenderung tertahan terkait dengan keputusan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Kami merevisi target inflasi 2011 dari sebelumnya 6,5% menjadi 5,5%.
  • Perkembangan inflasi yang cukup aman ini menjadi salah satu faktor kemungkinan BI rate tetap di 6,75%.
  • Kinerja sektor perbankan pada bulan Mei 2011 sedikit menunjukkan perbaikan dilihat dari naiknya LDR, sedikit turunnya BOPO, NIM, dan ROA. Sektor perbankan masih solid dengan CAR diatas 17%. Kendati demikian dari sisi makro, sumbangan nilai tambah sektor perbankan terhadap PDB masih sangat kecil yaitu 3% dari PDB tetapi merupakan sektor dengan pertumbuhan rata-rata yang tinggi yaitu 4,6% pa sejak tahun 2000 s.d 2011 Q1.