Weekly Economic Report

  • Nilai tukar rupiah (IDR) mengalami tekanan pelemahan tajam, tidak hanya karena isu eksternal yang masih terkait dengan Yunani tetapi juga isu domestik termasuk relatif sudah tingginya harga asset domestik (overvalued). Dalam sepekan posisi cadangan devisa turun sekitar US$2 miliar, searah dengan penurunan kepemilikan asing di SUN dan saham. Return dalam rupiah tertinggi SUN 10T mencapai 14%, sedangkan ‘capital gain’ saham tertinggi tercatat 26%, dan penguatan IDR tertinggi sebesar 7% . Untuk minggu ke-4 ini, IDR kami perkirakan ada dalam kisaran antara Rp.8.800 s.d Rp.8.950 per USD.
  • Kinerja perbankan Indonesia hingga bulan Juli 2011 tetap solid dengan kinerja internal yang masih sangat menarik dengan pertumbuhan kredit sebesar 23,5% yoy dan DPK sebesar 18,3% yoy. Peningkatan kredit terkait dengan menurunnya penempatan aset perbankan di SBI sebesar 0,63% mom dan SUN sebesar 2,6% mom.
  • Sementara itu kinerja internal perbankan seperti NIM dan ROA masih tetap tinggi, diikuti perkembangan LDR yang lebih baik mencapai 79,7%, sudah melewati batas bawah LDR target BI yaitu 78%. Sektor perbankan masih tetap menarik, dengan target pertumbuhan kredit 24% hingga akhir tahun 2011.
Download
  1. Sep-m411 (195 KiB)