Ulasan Ekonomi Mingguan

 

 

  • Nilai tukar rupiah sempat menguat pada minggu ke-4 Januari lalu karena ada lelang SUN yang berhasil medapatkan penawaran masuk sebesar 7,16x oversubscribed.

 

  • Namun pergerakan rupiah pada minggu ke-1 Februari ini masih akan dibayangi dengan pergerakan antara mata uang euro-USD. Investor masih menunggu hasil pertemuan tanggal 30 Januari dan hasil kesepakatan Yunani dengan kreditur swastanya pada akhir minggu ini. Kami perkirakan IDR akan bergerak pada kisaran lebar antara Rp.8.900 s.d Rp.9.100 per USD.

 

  • Realisasi investasi tahun 2011 mencapai Rp.251,3 triliun, diatas target Rp.240 triliun, atau naik 20,5% yoy. Sekitar 70% disumbang oleh penanaman modal asing (PMA). Negara sumber investasi tertinggi adalah Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Belanda, dan Korea Selatan.

 

  • Realisasi investasi mencatat perbaikan yang signifikan kendati Indonesia masih dianggap belum memiliki iklim investasi yang memadai. Untuk tahun 2012, BKPM menargetkan ada peningkatan investasi sebesar 12,8% yoy.

 

  • Inflasi bulan Januari tercatat 0,76% mom atau 3,65% yoy. Tekanan inflasi terutama masih berasal dari naiknya harga kelompok bahan makanan, sedangkan untuk kelompok sandang tercatat deflasi karena turunnya harga emas. Kami tetap perkirakan angka inflasi tahun 2012 berkisar antara 4,9% s.d 5,5% dengan belum mempertimbangkan kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi.

 

  • Angka inflasi Januari yang cukup tinggi akan membuat BI rate tetap di 6% pada RDG 9 Februari mendatang.

 

  • Untuk Q4-2011 diperkirakan masih tumbuh diatas 6,5% sehingga FY 2011 ekonomi Indonesia tumbuh 6,5%. Dorongan pertumbuhan utama masih bersumber dari konsumsi masyarakat, diikuti dengan investasi, dan pengeluaran pemerintah, serta ekspor.

 

  • Ekonomi Indonesia masih memungkinkan untuk tumbuh 6,7% dengan syarat proyek infrastruktur bisa terealisasi dan anggaran bisa diserap secara maksimal. Jika keduanya gagal dijalankan, ekonomi Indonesia hanya akan mengandalkan konsumsi masyarakat dan investasi. Skenario ini akna membuat ekonomi tumbuh sebesar 6,1%.

 

 

Download
  1. Feb-m112 (275.2 KiB)